Wazan adalah "Cetakan". Akar kata yang sama jika dimasukkan ke Wazan berbeda akan memiliki arti berbeda:
Harakat Pro menggunakan standar warna Mushaf Madinah untuk membantu akurasi bacaan Anda:
Suara harus masuk ke hidung (mendengung) selama 2 harakat. Berlaku pada Nun/Mim Tasydid, Ikhfa, dan Idgham Bighunnah.
Hukum bacaan panjang. Meliputi Mad Thabi'i (2 harakat) hingga Mad Wajib/Jaiz (4-5 harakat).
Huruf ب ج د ط ق saat mati/sukun harus dibaca memantul (seperti bola yang jatuh).
Bunyi Nun mati (N) berubah menjadi Mim (M) saat bertemu huruf Ba. Biasanya ada simbol Meem kecil.
Huruf yang tertulis tapi tidak dibaca karena lebur ke huruf setelahnya (Syamsiah atau Idgham Bilaghunnah).
Huruf yang harus dibaca terang, jelas, dan singkat tanpa ada suara dengung atau samar.
*Tips: Cukup ikuti warna saat membaca. Jika berwarna Hijau, tahan nafas di hidung. Jika Biru, pantulkan suaranya.
Penjelasan lengkap seluruh komponen kedudukan kata (Nahwu & I'rab) yang diproses oleh Engine HarakatPro Backend:
Subjek berupa Isim Marfu' di awal kalimat nominal.
Predikat penjelas yang menyempurnakan makna Mubtada'.
Mencakup Fi'il Madhi (lampau), Mudhari' (sekarang), Amr (perintah), & Kana.
Fa'il: Pelaku (Subjek). Maf'ul Bih: Objek penderita yang dikenai pekerjaan.
Kata kedua dalam susunan Idaafah (kepemilikan), berharakat Kasrah.
Frasa Huruf Jar + Isim Majrur, serta kaitannya (Muta'alliq) dengan Fi'il.
Kata yang menerangkan sifat karakter kata sebelumnya (Man'ut).
Pengganti atau penjelas langsung setelah Isim Isharah (kata tunjuk).
Obrik panggillan yang terletak persis setelah Huruf Nida' (Ya/Ayyuha).
Dhomir: Kata ganti. 'Athaf: Kata sambung (Dan, Lalu, Kemudian).
Garis lengkung putus-putus di bawah kata menunjukkan hubungan sintaksis antar kata:
*Catatan: Bedah kalimat ini diproses secara instan oleh Sistem Kanuragan yang merujuk pada standar kaidah Nahwu klasik dan literasi pesantren.
Bantu kami menyempurnakan HarakatPro. Teks input & hasil saat ini otomatis terlampir: